kau aku dan kopi

slalu menemukan bayangmu dari kisi kisi peraduan,
semakin kuat tersemat jika aku merindumu,
tak dapat disangkal jika hati ini selalu tertuju padamu..
meski yang lain datang silih berganti,

tidakkah kau merinduku jua?
tahukah kau jika aku kehilanganmu?
obrolan kopi yang begitu mendalam..
tanpa endapan dan sisa..hingga fajar tlah menunggu

sejatinya..kita tak perlu menghilangkan jarak tuk menyelesaikan  sebuah kerinduan,
karena di dalam jarak antara ruang dan waktu lah..kerinduan bersemayam *

Advertisement

About this entry