the music played

An angry silence lay where love had been
And in your eyes a look I’d never seen
If I had found the words you might have stayed
But as I turned to speak, the music played
As lovers danced their way around the floor
I sat and watched you walk towards the door
I heard a friend of yours suggest you stayed
And as you took his hand, the music played
Across the darkened room the fatal signs I saw
You’d been something more than friends before
While I was hurting you by clinging to my pride,
He had been waiting and I drove him to your side
I couldn’t say the things I should have said
Refused to let my heart control my head
But I was made to see the price I paid
And as he held you close, the music played
And as I lost your love, the music played.
(taken from “the music played” lyric by Matt Monroe)

terkadang hanya dengan mendengarkan sebuah lagu saja pikiran kita sudah diajak menerawang ke masa lalu…tahun lalu…bulan lalu…minggu lalu…kemarin…bahkan beberapa jam yang lalu, pahit getir perih atau mungkin senyum yang ada…ketika mendengar lagu yang menjadi kenangan tersendiri.

“the music played” atau “alquien canto” dari matt monroe…sering terputar ketika dulu siaran lagu-lagu oldies, entah…nuansa sedih selalu menderu ketika mendengar lagu itu, lirik yang sederhana…tapi begitu lugas, ditambah sang penyanyi yang legendaris begitu menghayati lirik…sehingga musik dan lirik langsung mengena penikmat, ahh..jadi teringat beberapa teman penyiar yang juga dulu siaran lagu oldies (ari utami, rani iskandar & retno….sungguh begitu rindu canda tawa mereka!!), heran juga…malam ini memori otak menarikku memutar kembali lagu lama… “the music playaed” salah satunya.

Tapi memang benar juga kata Matt Monroe…hanya sebuah lagu terputar saja…banyak potongan kenangan yang kembali terungkap di depan mata…terkadang sudah kabur…ada juga yang masih jelas, entah itu menyenangkan atau perih…entah berkaitan dengan seseorang atau sesuatu.

Ada benang merah alias mediator yang menghubungkan lagu dengan kenangan yang tercipta…yaitu cinta, cinta yang tanpa disadari melingkupi rasa, sehingga menimbulkan empati dan sayang begitu dalam, apakah itu berkaitan dengan seseorang atau sesuatu, cinta yang begitu mengglobal…bukan hanya terhadap pasangan…tapi juga kawan sahabat keluarga bahkan barang kesayangan atau banyak hal yang tak bisa disebutkan satu persatu, yang pasti…ada ikatan cinta didalamnya, terasa begitu indah ketika mengulang lagu yang menjadi kenangan…yah lagu terputar…maka melayanglah ingatan kita ke masa lalu…dan diakhiri dengan senyuman atau hanya tetesan air mata.

Satu lagi hikmah setelah mendengar lagu kenangan….ada semangat dan motivasi tersendiri yang tanpa disadari hadir untuk melakukan yang lebih baik lagi…lebih menyenangkan lagi…dan lebih indah lagi.

semakin kebal…semakin mengapal

serasa semakin mental oleh sakit

tentunya…tak ada sesal

karena tlah terbiasa akan pahit

entah…sampai kapan kan jadi sandaran berlabuh saja

karena hanya kau

yang berani mengukir lautan perih

sekaligus membangkitkan lagi luapan api cinta

di hari ini…di lagu ini…mengingatmu kembali

(thanks for “the man” who inspiring this poem)

Advertisement

About this entry