mengenang kopimu

tak ada yang menyamai rayuan pekat kopi yang tlah kau seduh kala itu..
begitu menyengat hingga merajang tubuh dalam kesendirian,
meski tak bisa memutar waktu…
kucoba mengais sisa lembaran daun yang tlah mengering…
sendiri tanpamu…
dengan menikmati keintiman nan sakral bersama kepulan kopi panas ini *

Advertisement

About this entry