empty room…empty space…empty heart

•September 13, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

they say i’m stubborn
they say i’m selfish
they say i’m not caring
n they say i can’t understand them
including you…

still a little bit of our song was spread in my ear and my head
still a little bit of your words i long to hear
so close whisper…that i can’t see what’s going on

love taught me to lie
life taught me to die
and…life taught me for wait
wait for die
cos…it’s not hard to fall…falling slowly

tears,
fall down from my eyes,
i should hide these
so no one could see the real me,
but i realize…nothing can stop my tears fall down

sometimes you can make me fly to the sky
but sometimes you can make me fall down into the deepest earth
sometimes you make me laugh
but sometimes you make me cry
sometimes you teach me how to reach my dreams
and sometimes you teach me to be shy

despair, regret and tenderness
is what i feel for you
i loved you from the very start
what else could i do?

this is the wrong place
this is the wrong line
to be thinking of you
cos i got no excused
so leave me out with the wastes
but i’m sure…i would be good
i’m just tired of this

mcm_8073-840x558

dirimu masih

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

dirimu masih belum menyatu

dalam riaknya gelombang gairah bara ini

hanya..

dirimu masih mengitari napas udaraku tuk sementara ini

tak ada badai,

hanya lamat-lamat angin sepoi ini mampu usik ketenangan,

namun kunikmati hembusannya…

 

(senin, 5 juni 2006  citandui 14 sby  07.15 wib)

his smile

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

it’s froze…but still wanna go outside,

just wanna see my heart beat

it’s cold…but still wanna go outside,

just wanna hug my love,

just wanna tell them…to the stars,

that i love the only one star at the dark sky…

don’t wanna reach..don’t wanna steal…just wanna see his smile

 

 

March 25th, 2008

in the middle of the night

(dedicated to endrik…thanks a lot for the inspiration)

aku dan tirai

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

tirai itu menggodaku
hingga kulucuti satu-satu
tatap sorot undang tahu
begitu lekat tancap mataku

kini kutahu rahasia itu
keingintahuan yang membaru
bahkan menggugah haru
akhiri cerita biru

namun, kutetap bisu
jawaban tak pernah ketemu
karena misteri itu
gugah dan kelabui waktu

(inspired from the last Agatha Christie novel “tirai”)

malam jingga…!

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

malam jingga…!

aku tersentak dengan sapaannya,

seperti kecapi yang melengking,

selentik lentingannya…

malam jingga…

malam tlah menjemputmu,

malam makin menggurat

seiring dengan deringan waktu,

apa kau tak pulang?

(sby, 21 agustus 2005)

pusaran

•November 29, 2008 • & Komentar

pusaran air ini tak deras,

namun pusaran gelombang ini membuatku mabuk,

mabuk kan umbaran celotehan air kata-kata,

yang mengingatkanku akan keagungan peradaban dan muatannya

 

jangan kau tawarkan padaku segenap lena,

meski aku butuh lenaan sesaat,

suguhkan saja dulu kopi pahit panas dalam secangkir kecil

dan sebatang marlboro light mentol,

biar kubisa ratapi kepulan uap dan asap hangat bersahabat,

lalu tenggakan awal kan bisa membuatku nikmat

tuk pacu pahitnya hidup

 

o senja tlah mengelam…

apapun jua aku patut berterima kasih pada pusaran air

yang tlah menyinggungku,

karena pusaran air tlah memberiku riak gelombang tersendiri,

dan yang membekas sekarang hanya torehan senyum simpul

serta haru menganga diliputi keingintahuan mendalam

 

o senja mengelam diwarnai tamparan air…

bibirku tak bisa berucap indah,

tapi palung kerongkongan ini hanya bersorak syukur

atas suguhan pusaran itu

 

PS ; thanks drixs…

office  30 Mei 2007  16.40 WIB

pulanglah…!!

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

pertemuan ini serasa mengumbar buih kata yang tlah terendap berbulan-bulan lamanya,

begitu ringan dan tanpa usikan lolongan wanita jalangmu,

hanya ditemani sunggingan temaram lampu,

hingga begitu lupa…

jika waktu tlah mengerat dan merayumu pulang

tuk penuhi panggilan hatinya,

kapan kau pulang?

tidak kah kau ingat jiwanya yang mengalong penuh cemas?

kapan kau akhiri pengembaraan ini?

jika waktunya tiba kau temukan dermaga indah…berlabuhlah!

karena kuingin saksikan tawa bahagia dari hatimu,

biarkan kukenang selama mungkin di bilik hati rapuh ini

 

(to Opet…di kala mengenangmu, 20 Mei 2007)

kubiarkan

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

sentuhan imajinasi melanglang buanakan logika

larutan senyum menghantarkan sepoinya hati

buaian kata melambungkan jiwa jiwa sepi

endapan rindu membawa seonggok debaran jantung

senandung simphoni mengubah buramnya kalbu

 

namun leburan beku tak mengubah kebisuan adanya

hingga memutih tulang bersama serakan udara

tak merubah jua komposisi yang ada

yang tersketsa hanya siluet cahaya memantul

dan memburu kata kata

“aku tak mengapa, biarkan saja begini”

 

citandui 14 sby

9 september 2007

18.40 wib

surat untuk Tuan ku

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

serasa mengais debu di hamparan padang pasir

Tuanku…meski langitku berhias pelangi

namun itu semua hiasan

hiasan yang hanya bisa kupandang dengan senyum

tapi tak bisa kuraih maupun kugenggam sekalipun

karena dengan bergantinya cuaca,

musnah sudah hiasan pelangi di langit langit

yang ada hanya warna…hitam & putih

Tuanku…ternyata semuanya menjadi bias

dan berujung pada kesemuan,

meski tak mampu mengiba sekalipun

tapi ruh masih dilumuri onggokan harap,

harap yang sedikit mampu membujuk hati tuk mencandu,

mengulang pesakitan…

menelan kepahitan…

menerjang badai…

melintas arung jeram…

bahkan menyeka peluh sendiri di kala keluh

serta mengobati luka sendiri di saat terhunus belati,

dimanakah Kau Tuanku?

aku ingin bersanding dengan Mu,

lalu kuluapkan segala buih buih kata

kuingin dengar syahdu pengejawantahan & hardik Mu,

di kala aku melepuh terjilat waktu.

 

 

(between me & my God…still love U God forever!)

secret corner of citandui 14 sby

wednesday, 06 June 2007

03.15 pm

jauhi aku

•November 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

kutarikan jemari ini tuk melukismu
kupaksa nadi ini tuk rangsang peluhmu
kujerat batin ini tuk memikirkanmu
kulambaikan buih kata ini,
hanya tuk melipurmu…

namun, kuremat lagi kepalan tangan ini
hanya ingin hempas tepat ke rautmu

“mengapa kau tak menggubrisku?”
“mengapa kau tak memikirkanku?”